Ahlus Sunnah Bukan Penjilat Penguasa

Ahlus Sunnah Bukan Penjilat Penguasa

Ahlus Sunnah Bukan Penjilat Penguasa — Diantara sifat yang tercela adalah sikap menjilat kepada penguasa, bahkan dikorbankan segala-segalanya demi mendapatkan ridha penguasa dengan membenarkan kerusakan & kezhaliman penguasa. Maupun membela penguasa yang zhalim, maka ini adalah orang-orang yang akan terusir pula dari telaga Nabi ﷺ.

Dari Ka’ab bin Ujrah ia berkata (yang artinya), “Rasulullah ﷺ pernah keluar atau masuk menemui kami, ketika itu kami berjumlah sembilan orang. Dan di antara kami ada bantal dari kulit. Baginda lalu bersabda,

“Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang berdusta dan dzalim. Barangsiapa mendatangi mereka kemudian membenarkan kebohongan mereka, atau membantu mereka dalam kezalimannya, maka ia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya. Serta ia tidak akan minum dari telagaku. Dan barangsiapa tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam berbuat kezaliman, maka ia adalah dari golonganku dan aku adalah dari golongannya. Dan kelak ia akan minum dari telagaku.”
(HR Ahmad No: 17424)

Sikap Ahlussunnah terhadap pemerintah adalah tidak memberontak dan tidak membantu kedzaliman mereka, tetapi bersikap pertengahan.


Faedah Kajian “Bukan Penjilat Penguasa.”
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafidzhahullahu ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0