Amal, Tujuan Ilmu

Amal, Tujuan Ilmu

Amal, Tujuan Ilmu — Menuntut ilmu tidak sekedar berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya ilmu akan tetapi yang menjadi prioritas adalah bagaimana kita mampu mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari.

Sebagaimana hadits dari Abu Barzah Naḍlah bin Ubaid Al-Aslami -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, (Nabi bersabda),

عن أبي بَرْزَةَ نَضْلَةَ بن عبيد الأسلمي رضي الله عنه مرفوعاً: «لا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَومَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ؟ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ فِيهِ؟ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ؟ وفِيمَ أَنْفَقَهُ؟ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ؟».
[صحيح] – [رواه الترمذي والدارمي]

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya, untuk apa ia pergunakan? Tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan? Dan tentang tubuhnya, untuk apa ia pergunakan?”
(Hadits shahih – Diriwayatkan oleh Tirmiżi)

Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser dari tempatnya untuk dihisab (perhitungan), ke surga atau ke neraka, hingga ia ditanya mengenai hidupnya, untuk apa ia habiskan? Apakah dalam ketaatan atau kemaksiatan? Tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengannya? Apakah dia mengamalkan apa yang diketahuinya atau tidak? Tentang hartanya, dari mana dia memperolehnya? Apakah dari (sumber) yang halal atau haram? Untuk apa ia belanjakan? Dalam ketaatan kepada Allah atau dalam kemaksiatan kepada-Nya? Tentang tubuhnya, untuk apa ia pergunakan? Dalam ketaatan kepada Allah atau dalam kemaksiatan kepada-Nya?

Faedah Kajian “Agungnya Amanah”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullah ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0