Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu

Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu

Berbicara Tentang Allah Tanpa Ilmu — Berbicara tentang Allah tanpa ilmu adalah perkara dosa besar yang bisa lebih besar dari dosa syirik karena hal tersebut menjadi sebab sumber segala kesesatan & penyimpangan, baik itu syirik, kufur, nifaq, bid’ah, dan maksiat ,maka ini sangat berbahaya.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)”“.
(QS. Al-A’raf:33)

Faedah Kajian “Nafyu dan Isbat dalam Asma dan Sifat”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullah ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0