Cerminan Tauhid dalam Ibadah Haji

Cerminan Tauhid dalam Ibadah Haji

Cerminan Tauhid dalam Ibadah Haji — Ibadah haji seluruh rangkaiannya memberikan pelajaran tauhid bagi kaum muslimin, diantaranya adalah ketika jamaah haji mengucapkan talbiyah.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar menuturkan bahwa talbiyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah,

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

(Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak)
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).”

Nafi’ mengatakan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar menambah lafazh talbiyah,

لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ لَبَّيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ

(Labbaik labbaik wa sa’daik wal khoiru biyadaik war roghbaa-u ilaika wal ‘amal)
“Aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Segala harapan dan amalan hanya untuk-Mu).”

(HR. Bukhari no. 1549 dan Muslim no. 19).

Ini adalah talbiyah ahli tauhid yang mengagungkan, memuji, dan berharap hanya kepada Allah, kemudian sebagai wujud penghambaan yang ikhlas hanya kepada Allah Ta’ala saja dengan menafikan segala sesembahan selain Allah.


Musyrikin quraisy juga berhaji dan bertalbiyah tapi mereka tambah dengan kesyirikan, sehingga pendidikan haji harus mewariskan semangat bertauhid untuk membedakan dengan orang-orang musyrik.

Faedah Kajian “Pilar Emas Dari Ibadah Qurban (episode 1)”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0