Diantara Pembeda Ahlus Sunnah dan Ahlul Bid’ah adalah Mu’amalah dengan Penguasa — Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Sesungguhnya Allah ridha terhadap kalian pada tiga hal dan memurkai kalian karena tiga hal. Allah meridhai kalian jika, Kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya ; Kalian semua berpegang teguh dengan tali Allah serta tidak berpecah belah; Kalian saling memberi nasihat dengan orang yang Allah kuasakan padanya urusan kalian, Allah ‘azza wa jalla akan memurkai kalian pada tiga hal, Berkata-kata dengan berprasangka; Banyak meminta-minta atau banyak bertanya-tanya; Membuang-buang harta.”
(HR . Muslim)
3 hal yang diridhai Allah adalah mentauhidkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya, bersatu dan tidak berpecah belah, menasehati penguasa dan mentaatinya, karena agama ini adalah nasihat sebagaimana sabda Nabi, Tamīm Ad-Dāriy -raḍiallāhu ‘anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
“Agama itu nasihat (ketulusan).” Kami bertanya, “Kepada siapa?” Nabi menjawab, “Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan semua kaum muslimin pada umumnya.”
(HR. Muslim)
Muamalah dengan penguasa adalah ciri pembeda antara ahlus sunnah dengan ahlul bid’ah, sikap benar terhadap penguasa akan memberikan maslahat dunia maupun akhirat bagi kaum muslimin.
—
Faedah Kajian “Tidak Taat Kepada Pemerintah (Masail Jahiliyah, Eps.04)”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafidzhahullahu ta’ala



COMMENTS