Dunia Bukan Standar Sukses — Seberapapun seseorang meraih sukses dunia jika gagal di akhirat itu adalah sia-sia belaka, karena dunia sehebat apapun yang diraih seorang hamba tidak akan bisa menebus kegagalannya & kesulitannya ketika di akhirat kelak, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 91,
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ ٱلْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ ٱفْتَدَىٰ بِهِۦٓ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.”
Penyesalan yang besar bagi mereka yang ketika hidup menjadikan dunia sebagai orientasi utamanya, sehingga abai dari kehidupan akhirat yang kekal, tidak beriman dan tidak beribadah kepada Allah yang ini sebenarnya akan mengantarkan kepada kebahagiaan hidup dunia & akhirat.
—
Faedah Kajian “Prinsip Hidup Seorang Muslim”.
Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A. hafizhahullah



COMMENTS