Iman Jangan Ingkari

Iman Jangan Ingkari

Iman Jangan Ingkari — Dalam memahami asma was sifat Allah Ta’ala, ahlus sunnah senantiasa berusaha mengimani dan menerima kabar yang datang dari Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam di dalam hadits-hadits beliau tanpa takwil, tanpa takyif, tanpa ta’thil, dan tanpa tamtsil.

Seperti yang dirumuskan oleh Al-Imam Malik rahimahullah ketika beliau ditanya tentang bagaimana istiwa’, beliau mengatakan,

‎الاستواء معلوم والكيف مجهول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة

“Istiwa’ itu maklum (dipahami) secara bahasa Arab, tidak diketahui kaifiyatnya, mengimaninya adalah satu kewajiban, dan bertanya tentang kaifiyatnya adalah bid’ah.”

Tentang kaifiyat, kita tidak mungkin bisa memvisualisasikan. Kaifiyatnya ada tapi kita tidak bisa menggambarkan bagaimananya, karena untuk bisa menggambarkan bagaimananya kita harus:

  • melihat dzatnya
  • atau melihat yang serupa dengannya, atau
  • mendapat info yang akurat dari orang terpercaya

Sedangkan tiga hal tersebut kita tidak mendapatkan semua, tidak melihat Allah, tidak melihat yang serupa dan juga tidak mendapatkan khabar yang akurat,maka cukup menyakini seperti yang diberitakan tanpa membagaimanakan.


Faedah Kajian “Kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyah”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud. B.A hafidzhahullahu ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0