Jadilah Anak Akhirat — Para sahabat adalah generasi terbaik yang telah meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik secara lahir maupun dan batin dalam kehidupannya, termasuk dalam menyikapi kehidupan dunia ini, Ali bin Abi Thalib mengatakan,
ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَة، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ، وَلا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلا حِسَاب، وَغَداً حِسَابٌ وَلا عَمَل
“Kehidupan dunia pergi menjauh, sedangkan akhirat kian mendekat. Dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki anak-anak, maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia. Karena sejatinya sekarang ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, sementara besok (di akhirat) adalah waktu hisab dan bukan untuk beramal.”
[Syarah Shahih Al Bukhari, karya Ibnu Baththal, 10/149]
Seberapa besar upaya kita mengejar dunia ini pasti kita akan menemui ajal, karena tidak ada seorang pun yang dapat lari dari kematian, seberapapun banyaknya dunia yang dikumpulkannya tidak akan dapat menghalangi seseorang dari kematiannya, sehingga dunia yang ditinggalkannya akan menjadi harta yang kelak dipertanggungjawabkannya di akhirat.
—
Faedah Kajian “Prinsip Hidup Seorang Muslim.”
Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A. hafidzhahullahu ta’ala


COMMENTS