Jangan Kendor, Tinggal Sebentar Lagi

Jangan Kendor, Tinggal Sebentar Lagi

Jangan Kendor, Tinggal Sebentar Lagi — Sahabatku diantara perwatakan jiwa adalah malas setelah tadinya semangat, tak terkecuali dalam bulan ramadhan ini. Berapa banyak diantara kita yang semangat menyambut diawal Ramadhan dan mengalami kejenuhan dan kemalasan justru diakhirnya, maka coba renungkan beberapa kalimat berikut:

1. Sisa akhir Ramadhan ini hanyalah hitungan hari yang sangat terbatas bahkan super terbatas tapi menyimpan keutamaan super jumbo. Jika Ramadhan secara keseluruhan dengan segala keutamaanya itu sangat terbatas dengan ungkapan Allah اياما معدوداد hari2 yg terbatas hitunganya, maka akhir Ramadhan lebih terbatas lagi, maka wahai jiwa yang semangat kebaikan jangan lesu, berpaculah ringgal sebentar lagi, bermentalah sang juara.

2. Bermimpilah menjadi pemborong ampunan Allah, bukankah kita sadar dosa kita bagai lautan, yang sangat butuh ampunan Allah ,karena siksa akan timpakan bagi dosa yang belum terampuni, bukankah dibulan ini Allah bukakan ampunan sepenuhnya, dengan ungkapan:

  • Barang siapa yang berpusa di bulan Ramadhan
  • Barangsiapa yang qiyamul lail
  • Barangsiapa yang sholat dimalam lailatul qadar jika itu semua dilakukan dengan iman dan hanya berharap pahala dari Allah, akan Allah ampunkan dosanya yang telah lalu, Allah sebutkan dengan pembatasan, Ramadhan, malam lailatul qadar artinya kalau setelah Ramadhan sudah hilang kesempatan tersebut.

Jika disebutkan ampunan hanya disediakan di waktu tertentu dan waktu itu tinggal hari-hari terbatas yang sangat singkat maka kuatkan atau sabarkan dirimu untuk meraihnya, jangan lemah.

3. Bersyukurlah jika segala nikmat yang tak terhingga ini menuntut kita bersyukur dan Allah perintahkan itu yang nabi kita dalam rangka mensyukuri nikmat Allah, beliau shalat malam hingga bengkak kakinya, maka sungguh dimasukanya kita dibulan Ramadhan ini sebuah nikmat tiada tara, bersyukurlah dan diantara bentuk syukur adalah kuatkan dan paculah jiwa anda untuk tetap lebih semangat diakhir Ramadhan yang tinggal tersisa sangat sedikit ini.

4. Kita gak tahu kapan mati, jika kematian rahasia yang tak pernah kita tahu, dan boleh jadi kita gak ketemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang, sedangkan hari-hari Ramadhan tinggal beberapa saat lagi, paculah dirimu, jangan malas, kuatkan dirimu untuk menghidupkan hari-hari yang tersisa ini.

5. Bayangkan ngeri dan susahnya hari kiamat, matahari didekatkan satu mil ,manusia bercucuran keringat sesuai kadar amalnya, panas yang tak terbayangkan, semua manusia mengeluh.

Dirimu, sesusah apapun sekarang beramal, maka akan berbuah manis dan indah, barangsiapa beramal karena Allah didunia akan Allah buat NYAMAN kelak dihari kiamat.

Renungkanlah ini semua semoga Allah mudahkan dan kuatkan jiwamu untuk berpacu disisa hari yang mulya ini.

Ungkapan bebas dari risalah tashbirun nafsi fii maa baqia min ramadhan,
Syaikh Sholih ‘Ushaimi hafidzahullah ta’ala.

Afifi Abdul Wadud.
Yogyakarta, 23 Ramadhan 1445H

COMMENTS

WORDPRESS: 0