Jauhi Jangan Dekati

Jauhi Jangan Dekati

Jauhi Jangan Dekati — Apabila dalam perkara zina saja Allah dan Rasul-Nya telah melarang untuk mendekatinya, sedangkan zina dosa besar. Lebih-lebih syirik yang lebih besar dosanya, maka Allah dan Rasul-Nya mengharamkan wasilah-wasilah yang dapat mengantarkan seseorang kepada dosa kesyirikan.

Nabiyullah Ibrahim senantiasa berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari terjerumus dalam perbuatan syirik, sebagaimana firman Allah ta‘ala,

‎وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ أَنْ نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa; ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala‘’.
(QS. Ibrahim: 35)

Nabi Ibrahim menyembah Allah ta‘ala dengan menjadikan diri dan anak cucunya sejauh-jauhnya dari penyembahan terhadap berhala. Padahal beliau adalah al-Khalil (derajat tertinggi kecintaan Allah terhadap hamba). (lihat al-Mulakhash fi Syarh Kitab at-Tauhid, hlm. 42-43)

Faedah Kajian “Menjauhi Fitnah”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud B.A hafizhahullah ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0