Kekuatan Hujjah — Ahlus sunnah adalah mereka yang sangat perhatian terhadap hujjah dan memuliakan ilmu sebagaimana para Nabi dan Rasul yang selalu memenangkan hujjah terhadap kaum-kaumnya maupun musuh-musuh dakwah mereka.
Ahlus sunnah selain perhatian terhadap hujjah dan kebenaran mereka senantiasa mencintai sesama kaum muslimin, tidak sebagaimana yang dituduhkan musuh-musuh dakwah ahlus sunnah yang ahlus sunnah itu digambarkan dengan sosok yang bengis, keji, dan kejam, serta dijuluki Wahhabi.
Allah berfirman dalam Surat At-Taubah Ayat 32,
يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.”
Selain itu ahlus sunnah tidak bermudah-mudahan dalam mengkafirkan sesama kaum muslimin, karena harus terpenuhi syarat dan penghalang-penghalangnya. Berbeda dengan ahlu bid’ah yang mudah mengkafirkan sesama kaum muslimin, mengklaim paling berlapang dada dengan perbedaan dan mengklaim paling toleran dengan perbedaan padahal hal tersebut hanya omong kosong belaka.
—
Faedah Kajian “Muamalah Dengan Penguasa”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullah



COMMENTS