Kemerdekaan Hakiki — Kemerdekaan adalah kenikmatan yang sangat besar dari Allah, terlepas dari tekanan dan penindasan antara manusia dengan manusia, terbebas dari berbagai macam penderitaan terus menerus, akan tetapi seorang muslim mesti paham bahwa seseorang tidak dikatakan merdeka kecuali terbebas dari penghambaan kepada selain Allah, sehingga dikatakan bahwa penghambaan kepada Allah itulah hakikat kemerdekaan.
Manusia ketika tidak menghamba kepada Allah, bukan berarti akan terbebas dari penghambaan kepada selainnya, pasti dia akan terperangkap pada penghambaan kepada hawa nafsu & syaiton. Menghamba kepada Allah adalah fitrah, Allah tegaskan dalam firman-Nya Surat Ar-Rum Ayat 30,
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”
Dan tidak ada kebahagiaaan yang hakiki kecuali menjadi hamba Allah, karena tidak ada ceritanya budak nafsu dan setan walaupun dipuaskan seperti apapun mendapatkan kebahagiaan.
—
Faedah Kajian “Hakikat Kemerdekaan”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu



COMMENTS