Kemuliaan Ilmu — Seorang hamba akan punya amal yang bagus dan berkualitas jika memiliki ilmu agama dengan pemahaman yang benar. Setelah kita beriman maka kewajiban pertama itu adalah berilmu, sebab semua amal agama ini tidak dapat diwujudkan kecuali dengan ilmu.
Maka menuntut ilmu itu harus hingga tutup usia. Jika kita menjadi orang yang paham agama, dengan segala tingkatan yang bisa kita raih, maka Allah itu sangat memuliakan orang berilmu sehingga kedudukannya tinggi disisi Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 18,
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Di sini dijelaskan para ulama tentang keutamaan orang berilmu, karena Allah menyandingkan persaksian para ulama dengan persaksian Allah dan malaikat, disandingkannya orang yang berilmu ini artinya menunjukkan kedudukan yang mulia.
—
Faedah Kajian “Nasihat Untuk Para Penuntut Ilmu”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu ta’ala



COMMENTS