Loyalitas Bukan dengan Mendiamkan Penyimpangan

Loyalitas Bukan dengan Mendiamkan Penyimpangan

Loyalitas Bukan dengan Mendiamkan Penyimpangan — Bukanlah bentuk Wala’ kepada kaum Mukminin, adalah ketika membiarkan mereka bergelimang dalam kebatilan. Bentuk Wala’nya adalah senantiasa mengingatkan apabila ada pada dirinya kesalahan dan penyimpangan, sebagaimana hadits berikut ini,

‎عن أنس بن مالك رضي الله عنه-مرفوعاً: «انْصُرْ أخاك ظالمًا أو مظلومًا» فقال رجل: يا رسول الله، أَنْصُرُهُ إذا كان مظلومًا، أرأيت إِنْ كان ظالمًا كيف أَنْصُرُهُ؟ قال: «تَحْجِزُهُ -أو تمْنَعُهُ- من الظلم فإنَّ ذلك نَصْرُهُ».
‌‎[صحيح] – [رواه البخاري]

Dari Anas bin Mālik -raḍiyallāhu ‘anhu- secara marfū’, “Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zalim atau dizalimi.” Ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, aku dapat menolong jika memang ia dizalimi. Namun, bagaimana pendapat Anda jika ia adalah pelaku kezaliman, bagaimanakah cara aku menolongnya?” Beliau menjawab, “Hendaklah engkau mencegah dia atau engkau larang dari kezaliman itu. Demikianlah cara menolongnya.”
(Hadits shahih – Diriwayatkan oleh Bukhari)

Perumpamaannya adalah ketika ada orang mau terjun ke dalam sumur maka, kita sebisa mungkin mencegahnya, karena jika membiarkannya sama saja membiarkan terjadinya keburukan yakni membiarkan orang tersebut bunuh diri.

—

Faedah Kajian “Membantah Para Penyimpang, Bentuk Amar Makruf Nahi Munkar”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A. hafizhahullah

COMMENTS

WORDPRESS: 0