Mayoritas Bukan Standar Kebenaran — Termasuk perkara jahiliyah adalah berdalil dengan mayoritas tanpa sandaran dalil dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah, standar kebenarannya adalah kebanyakan orang, sangat bertolak belakang dengan standar kebenaran dalam Islam yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 147,
ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
Kemudian selain dari Allah, kebenaran itu juga datang dari Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS An-Najm ayat 3,
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.”
dan firman-Nya dalam QS An-Najm ayat 4,
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ
“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
—
Faedah Kajian “Berdalil Dengan Mayoritas”.
Disampaikan oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A. حفظه الله تعالى



COMMENTS