Mental Pedagang Seorang Mukmin — Seorang mukmin itu ketika menyambut ramadhan seharusnya bermental pelomba & mentalnya pedagang akhirat, sehingga kita diajak untuk bertransaksi dengan Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam Surat As-Shaff Ayat 10,
يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?”
تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
[Surat As-Shaff Ayat 11]
Yakni perdagangan iman yang target keuntungannya tidak hanya di dunia namun keuntungan di akhirat kelak.
Diantara para salaf, mereka seorang pedagang, saat berdagang mereka kumpulkan keuntungan, namun jika telah terkumpul keuntungannya, para salaf itu tidak menggunakan hasil keuntungan dagangnya untuk perkara sia-sia, namun hartanya diinfakkan di jalan Allah sebanyak-banyaknya, itulah cara mereka menikmati keuntungannya, apalagi di bulan ramadhan yang pahalanya berlipat-lipat.
—
Faedah Kajian “Ragam Kesalahan Menyambut Ramadhan.”
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu


COMMENTS