Penyakit Panjang Angan-angan — Mukmin ketika hidup di dunia harus benar-benar mempersiapkan waktu yang ada untuk beramal shalih, mengingat kematian, dan tidak panjang angan-angan. Panjang angan-angan menjadi sebab seseorang lalai dari kehidupan akhirat, ini adalah ciri gaya hidup orang kafir yang tidak mengenal kampung akhirat.
Para salafus shalih juga mencela sifat panjang angan-angan. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ اتِّبَاعُ الْهَوَى، وَطُولُ الْأَمَلِ. فَأَمَّا اتِّبَاعُ الْهَوَى فَيَصُدُّ عَنِ الْحَقِّ، وَأَمَّا طُولُ الْأَمَلِ فَيُنْسِي الْآخِرَةَ
“Perkara yang paling aku takutkan adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu, ia akan memalingkan dari kebenaran. Adapun panjang angan-angan, ia akan membuat lupa akan akhirat”
(Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’, 1/76).
Target-target dunia yang dicita-citakannya akan membuatnya lupa bahwa manusia akan mengalami kematian sehingga lalai dari mempersiapkan kehidupan akhiratnya.
—
Faedah Kajian “Berhentilah Panjang Angan Angan”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu ta’ala



COMMENTS