Rapuhnya Umat Karena Cinta Dunia

Rapuhnya Umat Karena Cinta Dunia

Rapuhnya Umat Karena Cinta Dunia — Kondisi umat ini akan mengalami kehinaan dan kerendahan karena jauh dari agama, padahal dahulu di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat para musuh-musuh Islam ditanamkan ketakutan 1 bulan perjalanan sebelum bertemu dengan pasukan kaum muslimin, sebabnya adalah kaum muslimin ketika itu orientasinya adalah kampung akhirat sehingga dimata mereka dunia itu rendah, berkat hasil tarbiyah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sedangkan kelemahan kaum muslimin saat ini disebabkan penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati), sebagaimana hadits berikut:

‎عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

—
Faedah Kajian Tasfiyah dan Tarbiyah.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0