Saat Musibah Menerpa — Musibah hidup itu pasti, tak seorang pun yang terbebas dari musibah kehidupan, karena memang dunia darul bala’ (kampung ujian). Manusia dalam menghadapi ujian ada beberapa tingkatan di antaranya :
- Tidak sabar, sehingga ekspresinya mudah marah dan terkadang tidak terkendali ucapan dan perbuatannya, seakan tidak ada iman atau sangat lemah imannya.
- Bersabar, tapi masih merasakan pahitnya musibah walaupun tidak mengeluh kepada makhluk.
- Ridho, berlapang dada, karena sadar bahwasanya itu semua takdir Allah.
- Bersyukur, yakin terhadap pahala besar di balik musibah sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Az-Zumar Ayat 10,
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.“
—
Faedah Kajian “Ojo Kakehan Sambat”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A حفظه الله تعالى



COMMENTS