Semakin Rakus dengan Dunia

Semakin Rakus dengan Dunia

Semakin Rakus dengan Dunia — Angan-angan tentang dunia akan menjadi watak orang yang tidak mengenal Allah, ketika bertambah tua bukan bertambah dekat dengan Allah, namun malah justru semakin cinta dengan dunia.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يَزالُ قَلْبُ الكَبِيرِ شابًّا في اثْنَتَيْنِ: في حُبِّ الدُّنْيا وطُولِ الأمَلِ

“Hati orang yang sudah tua akan senantiasa seperti anak muda dalam menyikapi dua hal: cinta dunia dan panjang angan-angan”
(HR. al-Bukhari no. 6420).

Manusia cenderung memiliki angan-angan terhadap dunia yang panjang, banyak dan berlebihan. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan pedoman ketika menyikapi dunia sebagaimana hadits dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.”
(HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Nabi mengajarkan menyikapi dunia :

  1. Kenalilah hakikat dunia yang rendah dan hina yang sering Allah cela dan peringatkan agar tidak tertipu dengan dunia.
  2. Jadikan dunia ladang bagi akhirat, tempat transaksi menggapai sukses akhirat.
  3. Jadilah di dunia ini seperti orang asing yang angan-angannya akhirat, dan asing diantara kebanyakan manusia karena komitmenya dengan nilai-nilai agama sehingga menjadi asing, atau musafir yang sadar bahwa tujuan akhirnya adalah akhirat, sehingga dunia ladang mencari bekal sukses akhirat.

—
Faedah Kajian “Berhentilah Panjang Angan-angan”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0