Sunnah, Kapal Penyelamat

Sunnah, Kapal Penyelamat

Sunnah, Kapal Penyelamat — As Sunnah adalah jalan keselamatan, oleh karena itu kita diperintahkan untuk mengikutinya sebagaimana Imam Malik rahimahullah pernah berkata,

‎اَلسُّنَّةُ سَفِيْنَةُ نُوْحٍ, فَمَنْ رَكِبَهَا نَجَا وَمَنْ تَرَكَهَا هَلَكَ وَغَرِقَ

“As-Sunnah adalah perahu (Nabi) Nuh. Barang siapa yang menaikinya maka akan selamat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka dia akan binasa dan tenggelam.”
(lihat Dzammu al-Kalam, oleh al-Harawy, 4/124)

Kita dengan akhirat ibarat orang yang akan masuk ke rumahnya namun dipisahkan dengan lautan, ibaratnya lautan itu adalah dunia, oleh karena itu jika ingin selamat maka kita harus menyeberangi lautan tersebut dengan kapal, sementara orang yang tidak mau naik kapal maka akan tenggelam, tidak selamat.

Faedah Kajian “Renungan Saat Ditegakkan Hisab”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullahu ta’ala

COMMENTS

WORDPRESS: 0