Tiga Sebab Kesesatan

Tiga Sebab Kesesatan

Tiga Sebab Kesesatan — Islam telah sempurna, itulah penegasan Allah dan Rasul-Nya yang tidak mungkin dibantah oleh siapapun kecuali mereka yang benar-benar rusak pemikirannya. Sehingga yang wajib bagi kita adalah mengimani dan mempelajari sehingga benar-benar tahu bahwa semua perkara kehidupan kita telah diterangkan dalam agama kita, jika masalahnya tidak tahu hendaklah tanya kepada ulama yang paham tentang agama ini.

Tentang kesempurnaan Islam, Nabi bersabda,

‌‎عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: تَرَكَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي الْهَوَاءِ إِلاَّ وَهُوَ يَذْكُرُنَا مِنْهُ عِلْمًا. قَالَ: فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ.

Dari Shahabat Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat), dan tidaklah seekor burung yang terbang membalik-balikkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan ilmunya kepada kami.” Berkata Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian.’”
(HR. At-Thabrani)

Ada tiga hal yang menjadi sebab utama rusak agama seseorang, sehingga memiliki pemikiran yang rusak, diantaranya:

  1. Sedikitnya ilmu
  2. Buruknya pemahaman
  3. Rusaknya niat

Lihatlah khawarij, rusaknya agamanya karena sedikitnya ilmu, sehingga nabi katakan sufaha’ul ahlam, orang-orang yang bodoh, dan rusaknya pemahaman, menyelisihi pemahaman para sahabat nabi, sehingga muncul pemikiran pengkafiran terhadap sahabat Ali bin Abi Thalib.

Demikian munafiqin karena rusaknya niat, masuknya ke dalam Islam tidak membawa perbaikan, sehingga beragama itu butuh kejujuran dan terus tegak diatas ilmu, selalu bersama para ulama, sehingga akan lurus jalannya.

Maka dari itu kita wajib mengikuti ulama rabbani yang kuat keilmuannya, tidak sembarangan dalam mencari rujukan ilmu agama karena akan sangat menentukan keselamatan kita di akhirat kelak.

Faedah Kajian “Meneladani Pemimpin Rusak”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A. حفظه الله تعالى

COMMENTS

WORDPRESS: 0