Tujuan I’tikaf

Tujuan I’tikaf

Tujuan I’tikaf — Diantara hikmah disyariatkannya i’tikaf di 10 hari terakhir ramadhan adalah agar hati bisa konsentrasi untuk beribadah sehingga membersihkan dan menjernihkan hati dari kusut-kusut kebiasaan yang menyibukkan kita dengan dunia, berlebihan dalam pembicaraan, makanan, bergaul, dan urusan dunia lainnya. Hal tersebut membuat keruh hati sehingga buruk hubungan kita dengan Allah.

Dengan i’tikaf adalah waktu khusus untuk memutuskan hati dengan perkara dunia sehingga bisa fokus beramal untuk mendekatkan diri kepada Allah.

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah, secara umum waktunya tidak ada batasan, minimal sehari semalam, tidak ada batas maksimal, sebagian ulama bahkan mengatakan berdiri sejenak untuk niat itikaf termasuk i’tikaf, tentu itikaf secara umum.

Nabi beri’tikaf di 10 hari terakhir ramadhan yang paling afdhal, mulai masuk ke masjid untuk niat i’tikaf pada malam 21 hingga habis malam ramadhan 29 atau 30 ramadhan begitu tenggelam maka habis masanya i’tikaf.

Diperbolehkan keluar masjid ketika dalam kondisi darurat semisal buang hajat, mencari makan, Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

‎وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلا لِحَاجَةٍ إِذَا كَانَ مُعْتَكِفًا

“Beliau tidak pulang ke rumah kecuali jika memiliki hajat jika sedang i’tikaf.”
[HR. Bukhari, no. 2029, Muslim, no. 297]


Faedah Kajian “Malam Lailatul Qadar yang Sangat Istimewa: Itikaf Penjernih Hati”.
Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A hafizhahullah

COMMENTS

WORDPRESS: 0