Yaa Rabb, Maafkan Hamba-Mu

Yaa Rabb, Maafkan Hamba-Mu

Yaa Rabb, Maafkan Hamba-Mu — Malam lailatul qadar, malam misteri, Allah rahasiakan bagi hamba-Nya, dan ini mengandung faedah:

  1. Untuk membedakan mana hamba yang bersemangat menggapainya dan mana yang malas, hamba yang bersemangat akan menjadikan seakan setiap malam di sepuluh terakhir adalah malam lailatul qadar akan beda dengan mereka yang malas.
  2. Agar kebaikan seorang mukmin bertumpuk, yang akan bisa mengangkat derajat ketinggiannya.
    Di malam itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk memperbanyak doa اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني
    “Ya Allah sesungguhnya Engkau dzat maha pemaaf,dan Engkau mencintai sikap pemaaf,maka maafkanlah aku”

Maka hendaknya seorang hamba berdoa dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika bertanya tentang doa yang diucapkan ketika lailatul qadar.

“Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”
(HR. At-Tirmidzi)

FAEDAH HADITS

Diantara faedah dari doa ini :

  1. Kita sangat membutuhkan pemaafan Allah atas segala dosa kita, karena dosa adalah sumber masalah dunia dan akhirat, dosa sumber bencana di dunia dn akhirat, jika dosa kita dimaafkan berarti awal dari segalal kebaikan.

    Adapun cara agar dosa kita dimaafkan, hendaknya kita mewujudkan Tauhid, jangan melakukan syirik, sebab Tauhid modal pokok dan syirik dosa yg tidak akan diampunakan jika sampai meninggalnya belum bertaubat, baru disempurnakan dengan segalal amal sholih lainnya, banyak istighfar dan bertaubat.
  1. Hendaknya dalam kita mengabdi kepada Allah selalu disertai perasaan diri kita ini hina, penuh dosa. Kemuliaan seorang hamba disisi Allah jika dia merasa sebagai hamba yang hina sehingga merendahkan diri serendah-rendahnya, dan penyakit yang paling Allah benci adalah kesombongan, bahkan sampai merasa tidak butuh walaupun kepada Allah.
  2. Kita hendaknya selalu merasa butuh mutlak kepada Allah karena kita ini hamba yg faqier (kere) walau kita jendral maupun konglomerat, sebab nasib kita total dalam kekuasaan Allah.
  3. Hendaknya kita menjadi hamba yang suka memaafkan segala kesalahan dan kekurangan orang lain dalam mempergauli kita, sehingga menjadi hamba yang di cintai Allah.

Ya Rabb, dimalam ramadhan yang mulia ini, maafkan hamba-Mu, masukan aku diantara mereka yang Engkau bebaskan dari neraka, hanya kepada-Mu hamba berharap.

Ustadz Afifi Abdul Wadud حفظه الله
Yogyakarta, 23 Ramadhan 1445H

COMMENTS

WORDPRESS: 0